Selasa, 15 Maret 2016

Makalah Sistem Kardiovaskuler



BAB I
PENDAHULUAN

1.    Landasan Teori
Jantung merupakan alat transportasi darah yang mendukung peredaran darah keseluruh tubuh. Setiap orang memiliki ukuran jantung yang berbeda-beda, sesuai dengan kepalan tangan masing-masing orang. Jantung manusia terletak dirongga dada sebelah kiri dan diatas diafragma. Dinding jantung terdiri dari lapisan pembungkus jantung (Pericardium), otot jantung (miokardium), dan selaput yang membatasi ruang jantung (endokardium). Jantung bekerja sesuai dengan perintah saraf otonom yang berpusat diotak. Kerja jantung dipengaruhi oleh keadaan kontraksi dan relaksasi (mengembang dan mengerut).
Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi mengalirkan darah. Pembuluh darah pada manusia terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.    

2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1)   Bagaimana struktur dan sistem konduksi pada jantung ?
2)   Bagaimanakah siklus jantung ?
3)   Bagaimanakah sirkulasi yang ada pada jantung.?
4).  Bagaimana mekanisme pengukuran tekanan darah ?
5)  Bagaimana  Struktur dan karakteristik dari arteri vena , kapiler ?


3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka adapun tujuannya yaitu
1). Untuk mengetahui struktur dan sistem konduksi jantung
2)   Untuk mengetahui  siklus jantung
3)   Untuk mengetahui  sirkulasi pada jantung
4). Untuk mengetahui mekanisme pengukuran darah
5)  Untuk mengetahui mekanisme pengukuran tekanan darah



BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Jantung
Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara kedua paru.Terdapat selaput yang mengitari jantung yang disebut perikardium, terdiri dari dua lapisan:
1.    Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru
2.    Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium
Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.

a.         Struktur Jantung
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan :
1.      Lapisan luar (epikardium)
2.      Lapisan tengah (Miokardium)
3.      Lapisan dalam (endokardium)

b.         Ruang – Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel (bilik)

1.      Atrium
a)    Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katub  dan selanjutnya ke paru.
b)    Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.
2.        Ventrikel
      Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut   muskulus papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub atrioventrikuler oleh serat yang disebut korda tendinae.
a)    Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis.
b)    Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.
c.   Katup Katup Jantung
1.    Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup     (trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup (Mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah aliran balik pada fase sistolik.
2.    Katup Semilunar
a.            Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan.
b.            Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
 Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang simetris. Danya katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mencegah aliran balik pada waktu diastole. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri.
d .  Sistem Konduksi Jantung
-          Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung yang disebut system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu terjadinya kontraksi sedangkan syaraf parasimpatis menghamabt kontraksi. System kontraksi jantung terdiri atas :
-          Nodus Sinoatrialkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan dikenal sebagai pacemaker karena impuls untuk kontraksi dihasilkan oleh nodus ini.
-          Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan ventrikel kanan berperan sebagai gerbang impuls ke ventrikel.
-          Bundle His adalah serabut syaraf yang meninggalkan NAV.
-          Serabut Bundle Kanan Dan Kiri adalah serabut syaraf yang menyebar ke ventrikel terdapat pada septum interventrikularis.
-          Serabut Purkinje adalah serabut syaraf yang terdapat pada otot jantung.

2.2. Siklus Jantung

Siklus jantung adalah periode dimulainya satu denyutan  jantung dan awal dari denyutan selanjutnya. Setiap siklus dimulai oleh pembentukan potensial aksi yang spontan di nodus sinus 
Siklus jantung terdiri dari periode sistol dan diastol. Sistol adalah  periode kontraksi dari ventrikel, dimana darah akan dikeluarkan dari jantung. Diastol adalah periode relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi pengisian darah. Diastol dapat dibagi menjadi dua proses yaitu
relaksasi isovolumetrik  dan ventricular filling . Pada relaksasi isovolumetrik terjadi ventrikel yang mulai relaksasi, katup semilunar dan katup atrioventrikularis tertutup dan volume ventrikel tetap tidak  berubah. Pada ventricular filling  dimana tekanan dari atrium lebih tinggi dari tekanan di ventrikel, katup mitral dan katup trikuspid akan terbuka sehingga ventrikel akan terisi 80% dan akan mencapai 100 % jika atrium berkontraksi. Volume total yang masuk ke dalam diastol disebut End Diastolic Volume 

. Sistolik dapat dibagi menjadi dua proses yaitu
kontraksi isovolumetrik dan ejeksi ventrikel 
. Pada kontraksi isovolumetrik, kontraksi sudah dimulai tetapi katup  –  katup tetap tertutup. Tekanan juga telah dihasilkan tetapi tidak dijumpai adanya  pemendekan dari otot. Pada ejeksi ventrikel , tekanan dalam ventrikel lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan pada aorta dan  pulmoner sehingga katup aorta dan katup pulmoner terbuka dan akhirnya darah akan dipompa ke seluruh tubuh. Pada saat ini terjadi pemendekan dari otot. Sisa darah yang terdapat di ventrikel disebut End Systolic Volume

Siklus jantung menghasilkan cardiac output, yang merupakan  jumlah darah yang dipompakan jantung dalam 1 menit. Diukur dengan mengalikan HR (Heart Rate) x Volume sekuncup (stroke volume). Volume sekuncup adalah jumlah darah yang dihasilkan setiap kontraksi ventrikel. Cardiac output normalnya berkisar antara 4-8 L/menit, bergantung  pada ukuran tubuh. Jantung memompa darah hanya sebanyak yang dibutuhkan tubuh. Tiga faktor yang mempengaruhi volume sekuncup (Stroke Volume):
 1)Preload,
 2)afterload, dan
 3)kontraktilitas miokardium.
Keseimbangan dari tiga faktor ini dapat mengoptimalkan produksi cardiac output.
Faktor yang mempengaruhi CO : -
Heart Rate (detak Jantung).
Dalam keadaan normal nodus SA merupakan pacemaker jantung dan mengatur HR. Karena nodus SA ini dipersarafi oleh Saraf otonom (simpatis dan  parasimpatis) maka secara tidak langsung HR juga dipengaruhi oleh saraf otonom. -
Stroke Volume.
Diatur oleh dua faktor , yaitu intrinsik (aliran vena) dan ekstrinsik (stimulasi simpatik). Factor intrinsic diatur oleh mekanisme hukum Franks Starling 
 pada jantung. Semakin  banyak aliran vena yang masuk ke dalam jantung semakin besar  pula volume diastole akhir dan jantung menjadi semaikn tertarik dan melebar. Karena keadaan otot jantung yang semakin panjang sebelum kontraksi ini, maka semakin kuat pula kontraksinya.

2.3. SIRKULASI JANTUNG
 Sistem sirkulasi di dalam tubuh terdiri dari :
1.      Sirkulasi sistemik  ,
 yaitu dari jantungkiri ke seluruh tubuh kembali ke jantung kanan . fungsinya yaitu :
1.      Mengalirkan darah ke berbagai organ
2.      Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3.      Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4.      Banyak mengalami tahanan
5.      Kolom hidrostatik panjang

2.      Sirkulasi pulmonal (paru-paru),
yaitu dari jantung ke paru kembali ke jantung. 3.
 fungsinya
1.     Hanya mengalirkan darah ke paru
2.      Hanya berfungsi untuk paru
3.      Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4.      hanya sedikit mengalai tahanan
5.      Kolom hidrostatik pendek

3.      Sirkulasi koroner,
 yaitu dari jantung kanan untuk otot jantung kiri sendiri. Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang cabang intar miokardial yang kecil
Darah berjalan melalui sistim sirkulasi ke dan dari jantung melalui 2 lengkung vaskuler (pembuluh darah) yang terpisah.
2.4. Blood Plessure ( Tekanan Darah )
Definisi tekanan darah
Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Takanan sistemik atau arteri darah, tekanan darah dalam sistem arteri tubuh, adalah indicator yang baik tentang kesehatan kardiovaskuler. Aliran darah mengalir pada sirkulasi karena perubahan tekanan. Darah mengalir dari daerah yang tekanannya tinggi ke tekanannya rendah. Kontraksi jantung mendorong darah dengan tekanan tinggi ke aorta. Puncak dari tekanan maksimum ejeksi terjadi adalah tekanan darah sistolik. Pada saat ventrikel rileks, darah yang tetap dalam arteri menimbulkan tekanan diastolik atau minimum. Tekanan diastolik adalah tekanan mimimal yang mendesak dinding arteri pada setiap waktu.
Unit standard untuk pengukran tekanan darah adalah minimeter air raksa (mm Hg). Pengukur menandakan sampai setinggi mana tekanan darah dapat mencapai kolom air raksa. Perbedaan antara tekanan sistolik dan distolik adalah tekanan nadi.
Tekanan darah adalah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut: 120/80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

a.    Pemeriksaan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung pada
1.                   Metode langsung Yaitu metode yang menggunakan kanula atau jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang dihubungkan dengan manometer.Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian khusus.

 
2.                   Metode tidak langsung
Dilakukan dengan menggunakan sphygmomanometer  dan stetoskop. Sphygmomanometer tersusun atas manset yang dapat dikembangkan dan alat pengukur tekanan yang berhubungan dalam manset.
Faktor fisiologis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu, :
 a.Kelenturan dinding arteri
 b.Volume darah, semakin besar volume darah maka semakin tinggi tekanan darah
 c.Kekuatan gerak jantung
 d.Viscositas darah, semakin besar viskositas maka semakin besar pula resistensi terhadap aliran e.Curah jantung, semakin tinggi curah jantung maka tekanan darah meningkat
 f.Kapasitas pembuluh darah, semakin besar kapasitas pembuluh darah maka semakin tinggi tekanan darah
Faktor patologis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu, :
 a.Posisi tubuh, baroresepsor akan merespon saat tekanan darah turun dan akan  berusaha menstabilkan tekanan darah
 b.Aktifitas fisik, aktifitas fisik membutuhkan energy sehingga butuh aliran yang lebih cepat untuk suplai O2 dan nutrisi (tekanan darah naik)
 c.Temperature, menggunakan system rennin-angiotensin  vasokonstriksi perifer. Temperature pun dapat berkaitan dengan aktifitas, suhu yang tinggi diakibatkan karena aktifitas yang banyak ssedangkan suhu yang rendah dikarenakan aktifitas yang cenderung ringan
d.Usia, semakin bertambah usia, semakin bertambah pula tekanan darah hal ini disebabkan oleh berkurangnya elastisitas pembuluh darah
 e.Jenis kelamin, wanita cenderung memiliki tekanan darah rendah karena komposisi tubuhnya yang lebih banyak lemak sehingga butuh O2 lebih untuk  pembakaran. Sedangkan pria yang memiliki banyak aktifitas pun cenderung memiliki tekanan darah yg lebih tinggi
f.Emosi, emosi akan menaikkan tekanan darah karena pusat pengatur emosi akan menset baroresepsor untuk menaikkan tekanan darah. Emosi akan memicu kerja hormone adrenalin, adrenalin pria lebih tinggi karena dipengaruhi oleh syaraf  parasimpatis.
 g.Makanan, makanan dapat menjadi pemicu tekanan darah yang tinggi, diantaranya makanan yang mengandung garam (NaCl). Garam akan mempengaruhi retensi  Na+ dalam darah sehingga dapat menyebabkan penumpukkan Na+ dalam darah.
 h.Hormon, hormon renin yang terdapat dalam ginjal memiliki peranan untuk merangsang pengeluaran angiotensin yang kemudian akan mempengaruhi rangsangan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah)


2.5. Struktur dan Karakteristik Arteri, Vena, dan Kapiler
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena.
1.      Pembuluh Arteri (Nadi)
Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi (arteri), sehingga arah aliran darah dalam arteri meninggalkan jantung. Pembuluh ini tebal, elastis (diameternya dapat berubah sesuai kebutuhan) hal tersebut berfungsi untuk menjaga aliran darah konstan dan tidak tersendat. Pembuluh tersebut  memiliki sebuah katup yang disebut valvula semilunaris yang berada tepat di luar jantung. Letak pembuluh nadi di dalam permukaan kulit, namun denyutnya masih dapat  dirasakan. Tekanan darah di dalamnya kuat, sehingga jika terluka darahnya memancar. Warna darah yang diangkutnya adalah merah segar. Darah dalam arteri kaya akan O2, kecuali arteri paru-paru.

Pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan, yaitu :
a.       Lapisan pertama, berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
b.      Lapisan tengah, berupa otot polos yang berkontraksi secara tak sadar sehingga dapat menguah diameter pembuluh nadi.
c.       Lapisan ketiga, berupa jaringan endothelium yang melindungi jaringan di dalamnya.
2.      Pembuluh Vena (Balik)
Pembuluh vena (balik) ditemukan oleh seorang ahli fisiologi dari inggris, yakni William Harvey (1578–1657). Vena berfungsi untuk mengedarkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya tipis dan kurang elastis. Pembuluh ini memiliki banyak katup yang berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke jantung. Letak pembuluh vena dekat dengan permukaan kulit, denyutnya tidak dapat  dirasakan. Tekanan darah di dalamnya lemah, sehingga jika terluka darahnya menetes. Darah yang diangkut mengandung CO2, kecuali vena pulmonalis. Warna darah yang diangkutnya adalah merah tua. Pembuluh vena yang masuk ke jantung yaitu :
a.       Vena Cava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian atas ke serambi kanan.
b.      Vena Cava Inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian bawah ke serambi kanan.
c.       Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru – paru ke serambi kiri jantung.
3.      Kapiler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang membentuk jalinan pembuluh di seluruh jaringan dan menjadi penghubung antara pembuluh nadi dan pembuluh balik. Fungsinya sebagai tempat difusi oksigen, karbon dioksida, sari makanan, hormon, dan zat sisa.


BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
3.2  SARAN










Hall JE. Fisiologi Kedokteran. 11th ed. Jakarta: Penerbit EGC;2010.
Kimball, J. W. 1983. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Ramadhan AJ. Mencermati Gangguan pada Darah dan Pembuluh Darah: Tekanan Darah. Yogyakarta: Diva Press; 2009. P. 34-43
Sastrodinoto, Soenarjo. 1980. Biologi Umum II. PT. Gramedia: Jakarta